Pages

Perkembangan Suku Bunga Tahunan



 Tingkat suku bunga tabungan dari keempat kelompok bank terjadi penurunan dan juga peningkatan yang signifikan. Namun, jika dilihat secara keseluruhan dari tabel di atas pada tahun 2002 sampai 2004 mengalami penurunan yang sangat drastis. Jika dilihat dari masing-masing kelompok bank ternyata rata-rata tertinggi tingkat suku bunga tabungan terjadi pada kelompok bank BPD (Bank Perkreditan Daerah) sebesar 5,73% yang disusul oleh BUMN (Bank Umum Milik Negara) yaitu 5,26% kemudian BUSN (Bank Umum Swasta Nasional) sebesar 5,14% dan yang terakhir rata-rata tingkat suku bunga yang terendah terjadi pada kelompok bank asing 5,12%. Untuk lebih jelas lihat grafik di bawah ini :




Dilihat dari grafik di atas, dari tahun 2001 sampai dengan 2010 terjadi penurunan yang  fluktuatif terhadap tingkat suku bunga. Semua bank mengalami penurunan yang cukup signifikan di tahun 2002 sampai 2004, penyebabnya adalah karena penurunan BI rate. BI rate  yang turun membuat suku bunga simpanan juga turun. Penurunan tersebut juga karena terjadinya peningkatan inflasi yang tinggi sehingga mengubah tingkat suku bunga tabungan, akibatnya daya tabung masyarakat semakin menurun.
Namun, pada Bank Asing memiliki kurva yang bergerak secara fluktuatif dimana bank ini yang awalnya memiliki nilai suku bunga terendah dari yang lain, tetapi pada tahun 2006 terjadi kenaikan suku bunga yang sangat drastis, bahkan di tiga tahun terakhir bank Asing menaikkan suku bunga hingga mencapai line tertinggi dari kelompok bank lainnya. Ini mengakibatkan simpanan masyarakat di bank tersebut menjadi meningkat. Selain itu, di tiga tahun terakhir juga terlihat ada penurunan tingkat suku bunga pada BUMN. Tingkat suku bunga yang rendah pada BUMN ini disebabkan karena banyaknya uang yang masuk yang menyebabkan bank ini kurang produktif sehingga merendahkan tingkat suku bunganya.. Suku bunga tabungan BPD rendah karena untuk menjaga likuiditas bank dan untuk persaingan.

Bank Konvensional Versus Bank Syariah



                Bank merupakan badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit atau dalam bentuk lain yang dapat meningkatkan taraf hidup orang banyak. Ada dua jenis bank yang terdapat di Indonesia, yang pertama adalah bank yang melakukan usaha secara konvensional dan bank yang melakukan usahanya secara syariah.
                Kedua bank tersebut memiliki kesamaan dan perbedaannya masing-masing. Bank konvensional dan bank syariah sama-sama memiliki kesamaan terutama dalam sisi teknis penerimaan uang, mekanisme transfer,leporan keuangan,teknologi yang digunakan dan sebagainya. Sedangkan untuk perbedaannya menyangkut struktur organisasi, aspek dan legalitas, lingkungan kerja dan usaha yang dibiaya.
       Pebedaan mengenai struktur organisasi bank. Pada bank syariah jabatan tertinggi pada struktur organisasi berada pada tangan Dewan Pengawas Syariah yang bertugas mengawasi kegiatan operasional banknya menurut garis-garis syariah.
Perbedaan yang mendasar selanjutnya adalah perbedaan pada aspek dan legalitasnya. Bank syariah tidak melaksanakan sistem bunga. Untuk menghindari sistem bunga tersebut dibuatlah sistem jual beli yang dilaksanakan dalam bentuk bagi hasil. Sedangkan pada bank konvensional prinsip yang digunakan adalah pinjam-meminjam uang dan sistem bunga di berlakukan. Untuk lingkungan kerja, mungkin di bank syariah akan terasa ada nuansa dan aura yang berbeda karena nuansa yang diberikan oleh bank syariah lebih islami lewat cara berpakaina, etika dan tingkahlaku para karyawannya dibanding dengan bank konvensional pada umumnya. Dalam menangani resiko usahanya, bank konvensional tidak berkaitan dengan nasabahnya, dan atara pendapatan bunga dan beban bunga dimungkinkan sering terjadi selisih. Berbeda dengan bank syariah, bank ini lebih menghadapi masalahnya secara bersamaan dengan nasabahnya.
 Perbedaan tujuan dari bank konvensional dengan bank syariah menunjukan bahwa Bank konvensional didirikan untuk mendapatkan keuntungan material sebesar-besarnya, sedangkan bank syariah didirikan untuk memberikan kesejahteraan material dan spiritual. Kesejahteraan material dan spiritual tersebut didapat melalui usaha pengumpulan dan penyaluran dana yang halal. Artinya, bank syariah tidak akan menyalurkan dana untuk usaha-usaha yang tidak bisa dijamin bahwa hasilnya berasal dari kegiatan yang halal.               
  Karena itu dapat dikatakan bahwa konsep keuntungan pada bank konvensional lebih cenderung, berfokus pada sudut keuntungan materi, sedangkan konsep keuntungan pada bank syariah harus memperhatikan keuntungan dari sudut duniawi dan akhirat. Jika memang tujuan nasabah sesuai dengan tujuan bank syariah, maka secara prinsip tidak ada kekurangan dari menabung di bank syariah karena adanya keseimbangan antara duniawi dan akhirat. Namun apabila tujuan nasabah lebih ke aspek-aspek material, maka bisa jadi keuntungan yang diperoleh akan kurang sesuai dengan harapan.

Tabel 1. Perbedan Bank Syariah dan Bank Konvensional
Tabel 2.Perbedaan sistem bunga dan bagi hasil


Cost of Fund


Pengertian
Cost Of Fund merupakan biaya yang harus dikeluarkan oleh bank untuk setiap dana yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber sebelum dikurangi dengan likuiditas wajib minimum yang harus selalu dipelihara oleh bank. Dari pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk memperoleh dana dari sumbernya, bank harus mengeluarkan sejumlah biaya, dimana biaya tersebut merupakan harga riil dari sumber dana yang dapat dihimpun bank. Dengan diketahuinya jumlah biaya dana sesungguhnya yang dikeluarkan bank untuk sumber dana, maka bank akan memperoleh kepastian laba rugi dalam pemasaran dana dalam bentuk kredit yang dilakukan oleh bank yang bersangkutan.

            Unsur-unsur Cost Of Fund
Unsur-unsur yang harus ada dalam menghitung cost of fund adalah sebagai berikut :
1.       Sumber dana yaitu jenis-jenis dana yang dapat dihimpun bank, baik dari dana sendiri maupun dana yang berasal dari luar, yang mana dalam perhitungannya sumber dana ini dibagi dua yaitu dana berbiaya dan dana tidak berbiaya.
2.       Jumlah dana yaitu jumlah semua dana yang dapat dihimpun bank baik dana dari dalam maupun dari luar.
3.        Loanable Fund : dana yang dapat dialokasikan baik untuk pemberian kredit atau untuk pembelian surat-surat berharga untuk tujuan memperoleh penghasilan.
4.         Unloanable Fund : dana yang tidak dapat dialokasikan untuk pemberian kredit dan investasi lainnya. Dana ini diperuntukkan bagi aktiva tetap dan pengelolaan liquiditas.
5.         Reserve Requirement : dana yang ditahan bank untuk kepentingan liquiditas, besarnya dana ini ditentukan oleh BI.

           Faktor-faktor yang mempengaruhi Cost Of Fund
Besarnya Cost of fund dipengaruhi oleh :
1.       Tingkat suku bunga yang dibayar
2.       Komposisi dari portfolio sumber dana
3.       Ketentuan mengenai cadangan wajib minimum (reserve requirement)
4.       Biaya pelayanan untuk mendapatkan dana (service cost)
5.       Pajak atas bunga
6.       Tahun efesiensi
Dana-dana tersebut oleh bank dialokasikan menurut urutan prioritas penggunaan dan sesuai dengan kepentingan bank yaitu sebagai berikut :
1         Primary Reserve ( cadangan primer )
Cadangan primer digunakan untuk memenuhi ketentuan liquiditas wajib minimum yang ditetapkan oleh BI kepada bank-bank di Indonesia. Dana-dana ini disimpan dalam bentuk Kas, Giro pada BI.
2    Secondary Reserve ( cadangan sekunder )
Cadangan sekunder merupakan penempatan dana pada aset yang setiap saat dapat dicairkan. Cadangan sekunder selain untuk menjaga liquiditas bank juga dapat menghasilkan keuntungan.dana-dana ini disimpan dalam bentuk Giro pada bank lain, Penempatan pada bank lain, Surat-surat berharga.
2         Loan ( kredit )
Pengalokasian dana melalui pemberian kredit yang dilakukan setelah bank mencukupi cadangan primer dan cadangan sekunder. Pemberian kredit yang dilakukan oleh bank ini ditujukan untuk memperoleh keuntungan yang optimal.
3         Cadangan tersier ( investasi )
Pengelolaan dana melalui investasi atau penyertaan modal yang ditujukan untuk memperoleh keuntungan.

                                Dari uraian diatas jelas terlihat bahwa dana yang dihimpun digunakan oleh bank untuk berbagai kepentingan baik untuk menjaga likuiditas, meningkatkan rentabilitas maupun solvabilitas sehingga usaha bank bisa semakin berkembang.

Kliring dan Warkat Kliring



Pengertian Kliring

Kliring  adalah  suatu  tata  cara  perhitungan  utang  piutang  dalam  bentuk  surat-surat  dagang  dan  surat-surat  berharga  dari  suatu  bank  terhadap  bank  lainnya,  dengan  maksud  agar  penyelesaiannya  dapat  terselenggara  dengan  mudah dan  aman,  serta  untuk  memperluas  dan  memperlancar  lalu  lintas  pembayaran  giral yaitu  suatu proses  kegiatan  bayar  membayar  dengan  waktat  atau  nota  kliring,  yang  dilakukan  dengan  cara  saling  memperhitungkan  diantara  bank-bank,  baik  atas  beban  maupun  untuk  keuntungan  nasabah  yang bersangkutan.

Jenis-Jenis Kliring

terdapat 3 jenis kliring, yaitu: 
  • Kliring  umum


merupakan  sarana  perhitungan  warkat-warkat  antar  bank  yang  pelaksanaannya  diatur  oleh  Bank Indonesia.
  • Kliring  local


merupakan sarana  perhitungan  warkat-warkat  antar  bank  yang  berada  dalam  suatu  wilayah  kliring  (wilayah  yang  ditentukan).
  • Kliring  antar  cabang


Merupakan sarana  perhitungan  warkat  antar  kantor  cabang  suatu  bank  peserta  yang  biasanya  berada  dalam  satu  wilayah  kota.  Kliring  ini  dilakukan  dengan  cara  mengumpulkan  seluruh  perhitungan  dari  sauatu  kantor  cabang  untuk  kantor  cabang  lainnya  yang  bersangkutan  pada  kantor  induk  yang  bersangkutan.

Warkat Kliring

Pengertian Warkat Kliring


Warkat kliring adalah alat atau sarana yang dipakai dalam lalu lintas pembayaran giral yang diperhitungkan dalam kliring dan biasanya terdiri atas cek, biyet giro, surat bukti penerimaan transfer dari luar kota (kiriman uang), wesel bank untuk transfer atau wesel unjuk, nota debet atau kredit dan jenis-jenis warkat lain yang telah disetujui penyelenggara.

Jenis – jenis  warkat  kliring

Terdapat 4 jenis dari warkat kliring, yaitu:
  • Warkat Debet Keluar
  • Warkat Debet Masuk
  • Warkat Kredit Keluar
  • Warkat Kredit Masuk 



1.  Warkat Debet Keluar 
yaitu  warkat  bank  lain  yang  disetorkan  oleh  nasabah  sendiri  untuk  keuntungan  rekening  nasabah  yang  bersangkutan. Misalnya, nasabah A dari bank  X  menerima  pembayaran  dari nasabah B dari bank  Y  berupa  cek.  Cek  tersebut  disetorkan  oleh  nasabah A ke  bank  X,  maka  cek  tersebut  dapat  dikatakan  sebagai  warkat  debet  keluar.

2.  Warkat  Debet  Masuk
 yaitu   warkat  yang  diterima  oleh  suatu  bank  dari  bank  lain  melalui  Bank Indonesia  atas  warkat  atau  cek  bank  sendiri  yang  ditarik  oleh  nasabah  sendiri  dan  atas  beban  nasabah  yang  bersangkutan. Sebagai contoh, bila  bank  X  menerima  cek  dari  bank  Y  atas  cek  yang  telah  ditarik oleh A  nasabah  sendiri,  maka  cek  tersebut  merupakan  warkat  debet  masuk  bagi  X.

3.  Warkat  Kredit  Keluar
yaitu warkat  dari  nasabah  sendiri  untuk  disetorkan  kepada  nasabah  bank  lain  pada  bank  lain. Misalnya nasabah A dari bank X ingin menyetorkan ceknya  kepada nasabah B di bank Y maka cek tersebut dikataka warkat kredit keluar. Bank  yang  menyerahkan  warkat  tersebut  akan  mengkreditkan  rekening  giro  BI  dan  mendebet  giro  nasabah.

4.  Warkat  Kredit  Masuk
yaitu  warkat  yang  diterima  oleh  suatu  bank  untuk  keuntungan  rekening  nasabah  bank  tersebut.  Bank yang  menerima warkat  tersebut  akan  mendebit  rekening  giro  B I  dan  mengkredit  giro  nasabah.

Jenis-Jenis Teknologi E-banking


  • Automated Teller Machine (ATM)
             Terminal elektronik yang disediakan lembaga keuangan untuk melakukan penarikan tunai dari rekening simpanannya di bank, melakukan setoran,pemindahan dana dan cek saldo.
  • Computer Banking
             Layanan bank yang bisa diakses nasabah lewat layanan internet kepusat data bank. bisa digunakan juga untuk membayar tagihan, dan lain-lain.
  • Debit (or check) Card
             Kartu yang digunakan pada ATM, yang memungkinkan pelanggan memperoleh dana yang langsung di debet atau diambil dari rekening banknya.
  • Direct Deposit
             Salah satu bentuk pembayaran sejumlah dana yang dilakukan lembaga atau instansi lewat transfer elektronik kepada setiap rekening nasabahnya.
  • Direct Payment
             Bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk membayar tagihannya lewat transfer elektronik dimana dana tersebut di transfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor.
  • Electronic Bill Presentment adn Payment ( EBPP)
             Bentuk pembayaran yang disampaikan kepada nasabah secara online, setelah disampaikan pelanggan juga boleh membayar tagihan tersebut secara online. secara elektronik saldo simpanan pelanggan akan langsung berkurang.
  • Electronic Check Conversion
            Proses konversi informasi yang tertuang dalam cek kedalam format elektronik agar dapat dilakukan pemindahan dana elektronik.
  • Elektronic Fund Transfer (EFT)
            Perpindahan "uang" atau "pinjaman" dari satu rekening ke rekening lainnya melalui media elektronik.
  • Stored-Value Card 
            Kartu yang didalamnya terdapat sejumlah nilai moneter, yang diisi melalui pembayaran sebelumnya oleh pelanggan atau simpanan yang diberikan oleh perusahaan lain.
  • Payroll Card
            Salah satu tipe "Stored-Value Card" yang di terbitkan oleh pemberi kerja atau perusahaan sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses pembayarannya lewat ATM.
  • Preauthorized Debit
            Bentuk pembayaran yang megizinkan nasabahnya untuk melakukan pembayaran secara rutin otomatis yang diambil dari rekening banknya pada tanggal tertentu dan jumlah pembayaran tertentu. dana secara elektronik ditransfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor.
  • Prepaid Card 
           Salah satu tipe Stored-Value Card  yang menyimpan nilai monitor didalamnya dan sebelumnya pelanggan telah membayar nilai tersebut ke penerbit kartu.
  • Smart Card
           Salah satu tipe Stored-Value Card  yang didalamnya tertanam satu atau lebih chips atau microprocessors sehingga bisa menyimpan data,melakukan perhitungan. kartu ini juga bisa digunakan pada sistem terbuka contohnya untuk pembayaran transportasi publik atau sistem tertutup contohnya MasterCard atau VisaNetworks.

RINGKASAN JURNAL



       
Teori Ekonomi 2 - Bapak Dr. Prihantoro 



Fransisca Carindri ( 22210872 )
SMAK04

THE MANY FACES OF HONDA



      Jurnal ini membahas tentang penggunaan strategi secara efektif  yang dilakukan oleh perusahaan Honda dalam menguasai pangsa  pasar.  Dimana strategi-strategi tersebut dibuat untuk meningkatkan penujualan produk di industri kendaraan bermotor ini. Strategi tersebut dibuat untuk kesuksesannya agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar, kemampuan dalam bereksperimen dan cepat dalam menemukan peluang serta kemampuan Honda dalam bersaing dengan pesaingnya yang lain.
Perusahaan Honda tersebar luas di berbagai negara, namun hanya sedikit negara saja yang menerapkan strateginya dalam menjual produknya. Contohnya saja di Jepang, perusahaan Honda di Jepang mampu menerapkan strategi ini sehingga ia lebih menguasai pasar dari negara lain seperti Inggris. Dalam jurnal ini dikatakan bahwa perusahaan Honda di Jepang lebih unggul secara kompetitif dan komparatif dari Industri di Inggris. Hal tersebut dapat dilihat dari cara industri jepang yang lebih bisa menguasai strategi dan menjalankannya secara efektif sehingga lebih mudah untuk menguasai segmen pasar. Honda di jepang juga memiliki kompetensi unggul lewat inovasi yang dibuat seperti pada desain mesin yang terus berkembang.
Perusahaan Honda di Jepang juga mampu memproduksi produknya dengan biaya yang lebih murah dari negara lain dan mereka pun mampu menjualnya dengan harga yang rendah daripada negara lain, dengan begitu perusahaan di Jepang ini mampu bersaing secara komparatif.



The effect of low-wage import competition on U.S. inflationary pressure

Jurnal ini membahas tentang LWC (low –wage countries) yaitu tentang negara upah rendah. Pengaruh dari negara-negara upah rendah pada tekanan inflasi AS diperkirakan menggunakan metode baru yang mengidentifikasikan penyebab respon dari harga untuk keuntungan komparatif yang disebabkan guncangan penawaran di negara tersebut. Hasil dari sebuah panel yang meliputi 325 industri manufaktur tahun 1997-2006 menunjukkan bahwa impor dari sembilan negara upah rendah berhubungan dengan tekanan kuat pada harga. Berikut adalah nama dari kesembilan negara tersebut: China, Brazil, Indonesia, India, Malaysia, Mexico, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Pada tahun 2006 ekspor mereka ke Amerika Serikat senilai lebih dari USD 600 miliar, lebih dari 5,5% dari PDB AS, dan sepertiga dari impor AS total. Padahal dulu hanya 2,5% saja dari PDB AS pada tahun 1997.

Strategi baru yang dikembangkan untuk mengidentifikasikan efek dari persaingan impor LWC pada harga US PPI tersebut terkonsentrasi di sektor padat karya. Selanjutnya, peningkatan relatif dalam persaingan impor di sektor padat karya paling terlihat di tahun-tahun ketika pertumbuhan output (hasil) industri di negara upah rendah tinggi. Temuan empiris mengungkapkan efek globalisasi jauh lebih kuat dari yang biasanya. Perkiraan awal efek harga relatif menunjukan bahwa peningkatan 1% dalam pangsa negara upah rendah sektor AS menurunkan harga sebesar 2,35%. Untuk keseluruhan efek PPI, simulasi menunjukan bahwa harga relatif mengguncang hasil dari persaingan impor yang meningkat setara dengan tingkat PPI,  0,5% lebih rendah dari inflasi AS selama dekade terakhir. Selanjutnya guncangan harga relatif yang ditunjukan untuk mempengaruhi kemiringan dari distribusi perubahan harga.

ANALISIS JURNAL



JUDUL
The Many Faces of Honda
Richard P. Rumelt
1995
TEMA
Strategi  perusahaan Honda yang menimbulkan keunggulan komparatif dan kompetitif

1.       PENDAHULUAN

1.1    Fenomena
Honda Motor Company merupakan perusahaan yang memeproduksi mobil,motor dan truk perusahaan ini berasal dari jepang dan merupakan produsen sepeda motor terbesar. Honda juga tergabung dalam deretan perusahaan elit yang sukses dalam strategi bisnisnya. Hal itu terbukti karena honda lebih unggul dari pesaing-pesaingnya. Perusahaan Honda di Jepang lebih maju daripada perusahaan di negara lain seperti misalnya Inggris. Hal tersebut terjadi karena perusahaan di jepang itu lebih menggunakan strategi yang ada secara efektif. Dengan melakukan strategi tersebut maka perusahaan itu lebih bisa bersaing secara efektif dan kompetitif. Keunikan produk yang dimiliki oleh industri ini juga salah satu alternatif strategi yang dibuat untuk menarik minat pembeli.

1.2  Motivasi Penelitian 
Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk menjelaskan sebab mengapa  perusahaan Honda di Jepang mampu menguasai pangsa pasar daripada industri sepeda motor yang ada di negara lain.
2.       METODE

2.1    Data Penelitian
Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data primer dan sekunder dimana data data ini diambil berdasarkan riset terdahulu yang dilakukan oleh BCG (British Chelonia Group), laporan dari Pascale dan laporan dari Prahalad & Hamel.

2.2    Model Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan observasi langsung, yaitu lewat wawancara yang dilakukan Pascale kepada enam orang eksekutif Honda serta pengamatan langsung yang dilakukan oleh BCG dan Prahalad & Hamel.

3.      HASIL DAN PEMBAHASAN

Gambar 1

                Dari grafik ini dapat dilihat bahwa penjualan honda hingga tahun 2011 terus mengalami kenaikan. Perusahaan asal jepang ini mempunyai sesuatu yang khusus yaitu perusahaan ini telah melakukan penjualan dengan strategi.  Strategi tersebut dilandaskan dari kesuksesannya sehingga mendapatkan keuntungan yang tinggi, kemapuan dalam bereksperimen dan cepat dalam menemukan peluang serta kemampuan Honda dalam bersaing dengan pesaingnya yang lain. Dengan strategi tersebut perusahaan ini dapat menguasai pangsa pasar dan masuk sebagai perusahaan dengan penjualan terbesar atas pesaingnya yaitu Yamaha dan Suzuki (Gambar 1).
                                                                    
                                                      
                                           Inggris
                               Jepang                                                                      

Dari  diagram diatas juga dapat dilihat bahwa penjualan Honda di Jepang lebih besar dari penjualan motor di Inggris. Penjualan di Jepang hampir menguasai setengah dari pangsa pasar industri kendaraan bermotor yaitu mencapai 49,92% sedangkan di inggris hanya 16%. Keberhasilan Industri Honda di Jepang berasal dari pertumbuhan pasar domestiknya sedangkan pesaingnya yaitu Inggris hanya mempertahankan profitabilitas jangka pendeknya untuk menjadi fokus utama yang sebenarnya bisa mencapai kesuksesan bila volume penjualannya tercapai.
Perusahaan Honda di Jepang mampu memproduksi produknya dengan biaya yang lebih murah dari negara lain dan mereka pun mampu menjualnya dengan harga yang rendah daripada negara lain, dengan begitu perusahaan di Jepang ini mampu bersaing secara komparatif.
                Ada beberapa faktor juga yang mempengaruhi penjualan tersebut seperti teknologi, promosi atau iklan, kualitas produk serta tingkat permintaan atas barang tersebut. Jepang memanfaatkan keunggulan komparatifnya melalui penetapan harga yang agresif dan iklan.
                Selain itu kepemimpinan yang mampu melakukan inovasi juga membukakan jalan untuk meningkatkan penjualan. Pemimpin yang mampu memberikan terobosan baru dan yang dapat memberikan ide-ide yang inovatif akan lebih mudah mencapai volume penjualan yang diinginkan.

4.      KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

                Kesimpulan dari jurnal ini adalah bahwa perusahaan Honda di Jepang lebih unggul secara kompetitif dan komparatif dari Industri di Inggris. Hal tersebut dapat dilihat dari cara industri jepang yang lebih bisa menguasai strategi dan menjalankannya secara efektif sehingga lebih mudah untuk menguasai segmen pasar. Honda di jepang juga memiliki kompetensi unggul lewat inovasi yang dibuat seperti pada desain mesin yang terus berkembang.
                Sebaiknya industri di negara lain juga mempunyai strategi dalam menjual produknya, dimana strategi tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan penjualan bila dilakukan secara efektif. Strategi tersebut bisa dilakaukan bila perusahaan ingn terus menguasai pangsa pasar. Strategi alternatif yang dapat dilakukan juga bisa berupa promosi/iklan dan pembuatan mesin baru yang lebih efisien.