Pages

XBRL SEBAGAI TREND AKUNTANSI


BAB 1
PENDAHULUAN
I.1 Latar belakang
Perubahan yang sangat cepat di bidang teknologi telah mempengaruhi kehidupan manusia.  Salah satunya adalah internet, yaitu jaringan komputer yang tidak mempunyai pusat pengendalian atau organisasi, yang dapat digunakan untuk komunikasi, kebutuhan penelitian dan juga jual beli barang dan jasa. Saat ini software akuntansi yang kita temui amat beragam, diantaranya zahir, myob, accurate dll. Dalam beberapa waktu belakangan ini AICPA sedang terus bekerja untuk mengembangkan XBRL atau eXtensible Bussiness Reporting Language untuk menggantikan penggunaan formal HTML.
XBRL mulai berkembang pada awal tahun 1990, XBRL dibuat karena ditemukannya kelemahan HTML yaitu tidak mampu untuk menjelaskan isi data yang disajikan. XBRL yang pertama digunakan untuk laporan keuangan pada perusahaan komersial dan  industri yang disusun berdasarkan GAAP Amerika Serikat. Sebelum XBRL digunakan di dalam perusahaan, dibuatlah XML atau eXtensible Markup Language. XML tidak cukup untuk menjadi bahasa tujuan umum dalam mengkomunikasikan informasi keuangan. Hal yang diperlukan adalah kemamapuan untuk tidak hanya mengidentifikasi setiap bagian data, namun bagaimana data tersebut diproses serta bagaimana hubungannya dengan data yang lain.
Banyak perusahan software terkemuka dan pemakai kelompok yang penting yang akhirnya bergabung bersama AICPA. XBRL sedang berusaha menjadi bahasa komputer global untuk mengkomunikasikan data keuangan.
Dengan HTML, tercipta situs web yang dapat diakses dimana saja, sehingga dapat melihat sisi eksternal atau menyajikan dari sisi internal laporan keuangan perusahaan. Walaupun demikian hingga saat ini, penyebaran informasi keuangan dan nonkeuangan secara elektronis adalah proses yang lamban dan tidak efisien. Salah satu masalahnya adalah banyak penerima memiliki permintaan berbeda berkaitan tentang cara informasi dikirim. Hal ini berarti organisasi harus mengorbankan banyak waktu dan biaya untuk memformat informasi yang sama dalam berbagai macam cara. Masalah kedua yang berhubungan adalah penerima harus secara manual memasukan kembali banyak informasi tersebut kedalam alat analisis keputusan. Hal tersebut disebabkan oleh metode yang digunakan hanya untuk memeperlihatkan informasi di internet. Kode HTML hanya menspesifikasikan bagaimana bagian data tertentu harus ditampilkan, tetapi tidak memberikan cara untuk secara otomatis mengidentifikasi bagian data tertentu tersebut. Kesemua hal ini berubah dengan adanya perkembangan XBRL yang merupakan varian dari XML.
Kini sebagian besar orang dapat membuat halaman web tanpa harus menulis kode html sehingga para profesional akuntan pun tidak akan perlu mengetahui cara untuk menulis kode xbrl untk mengambil keuntungan dari manfaat yang ditawarkannya.
I.2 Tujuan Penulisan
            Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas akhir trimester enam mata kuliah pengantar teknologi sistem informasi akuntansi 1. Diharapkan makalah ini dapat memberikan wawasan serta pengetahuan untuk para pembaca mengenai kegunaan XBRL dan penerapannya di Departemen Keuangan Indonesia serta bagaimana Teknologi XBRL sebagai trend akuntansi.

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Keuntungan Menggunakan XBRL
            XBRL menawarkan manfaat utama di semua tahap pelaporan dan analisis bisnis. Manfaat terlihat dalam otomasi, hemat biaya, penanganan lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih akurat dari data, analisis peningkatan dan kualitas yang lebih baik dari informasi dan pengambilan keputusan.        

            XBRL memungkinkan produsen dan konsumen dari data keuangan untuk beralih sumber daya dari proses manual mahal, biasanya melibatkan memakan waktu perbandingan, perakitan dan re-entry data. Mereka mampu berkonsentrasi usaha pada analisis, dibantu oleh software yang dapat memvalidasi dan memanipulasi informasi XBRL. Sebagai salah satu contoh, mencari informasi tertentu yang mungkin di masa lalu telah mengambil jam dapat diselesaikan dengan XBRL dalam sepersekian detik. Mereka yang memperoleh manfaat mencakup semua yang mengumpulkan data bisnis, termasuk pemerintah, regulator, lembaga ekonomi, bursa efek, perusahaan informasi keuangan dan sejenisnya, dan mereka yang memproduksi atau menggunakannya, termasuk akuntan, auditor, manajer perusahaan, analis keuangan, investor dan kreditur. Di antara mereka yang dapat mengambil keuntungan dari XBRL termasuk vendor software akuntansi, industri jasa keuangan, hubungan investor perusahaan dan industri teknologi informasi
. 
XBRL memberikan dua manfaat utama dalam pembuatan dan penyebaran data keuangan secara elektronis. Pertama, XBRL memungkinkan organisasi untuk mempublikasikan informasi hanya sekali sehingga perusahaan dapat mengeluarkan laporan keuangannya bersamaan dalam format yang dapat digunakan semua orang. Manfaat kedua yaitu para penerima tidak perlu lagi sacara manual memasukkan kembali data yang mereka dapatkan secara elektronis sehingga pencarian data di internet akan lebih efisien dan akurat.
Namun Secara umum, manfaat XBRL yaitu meningkatkan kegunaan sistem pelaporan secara elektronik karena mengimplementasikan Format yang sudah terstandar, sehingga menghasilkan informasi dan data yang 'comparable' dan mudah untuk dianalisis, validasi secara otomatis, sehingga meminimkan kesalahan input, memudahkan dilakukannya publikasi laporan (termasuk laporan keuangan) karena XBRL dapat diolah kembali menjadi format yang diinginkan : PDF, HTML, Excel, TXT, dll.  Meningkatkan kemudahan akses informasi finansial, terutama bagi investor internasional, karena XBRL menerapkan suatu standar identifikasi informasi. Investor luar negeri dimungkinkan melakukan analisis mereka secara mandiri serta melakukan perbandingan dengan menggunakan bahasa mereka sendiri, mempercepat pengambilan keputusan bisnis bagi investor. XBRL mampu memberikan banyak manfaat bagi regulator dalam meningkatkan efektifitas pengawasannya. Selain menawarkan kemudahan dalam menganalisis, implementasi XBRL juga telah dan mulai dimanfaatkan secara global di kalangan institusi finansial internasional.          
2.2 XBRL di Departemen Keuangan Indonesia
            Dengan mengembangkan sistem pelaporan secara elektronik via internet serta didukung dengan implementasi XBRL, Bapepam-LK diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya sebagai salah satu sumber informasi dan data keuangan yang penting dimasa mendatang. Karena saat ini, Badan pengawas pasar modal dan lembaga keuangan (BAPEPAM dan LK) Departemen Keuangan RI, memiliki peranan penting yang berkaitan dengan penyampaian pelaporan. Peranannya menjadi sangat penting mengingat semakin meningkatnya jumlah instuisi-instuisi yang  akan diawasi.
Salah satu tugas regulator keuangan diseluruh dunia saat ini adalah bagaimana meningkatkan sistem pengawasan secara elektronik untuk memastikan bahwa data dan informasi yang disampaikan oleh institusi-institusi yang diawasinya adalah benar dan akurat. Hal tersebut sangat terkait dengan kebutuhan investor dalam mengakses data.
            Situs “XBRL Initiative” yang ada pada web bapepam ditujukan sebagai sarana untuk menyebarkan informasi mengenai hasil observasi. Suatu model (show case) telah dikembangkan bersama IASC Foundation XBRL Team. Selain untuk mempermudah pemahaman publik terhadap pemanfaatan XBRL, model tersebut diharapkan dapat digunakan menjadi bahan pertimbangan lebih lanjut mengenai kajian dan rencana implementasi XBRL di Indonesia.
            XBRL ini dapat meningkatkan kemudahan akses informasi finansial, terutama bagi investor internasional karena XBRL menerapkan suatu standar identifikasi informasi.
2.3 Teknologi Informasi XBRL Sebagai Trend Akuntansi
Perkembangan Teknologi yang luar biasa juga berdampak pada perubahan ilmu akuntansi modern. Bila dihubungkan dengan kelompok usaha kecil dan menegah tampaknya pemahaman terhadap akuntansi masih pada tataran pertama dan kedua yaitu sebagai alat hitung-menghitung sebagai sumber informasi untuk mengambil keputusan. Informasi akuntansi yang dihasilkan suatu laporan keuangan berguna dalam rangka menyusun berbagai proyeksi, misalnya proyeksi kebutuhan uang kas di masa yang akan datang.
 XBRL tentu saja penting dalam perkembangan TI, XBRL juga berharga karena profesi akuntansi memulai perkembangan XBRL. Proses perkembangan XBRL memberikan gambaran bagus tentang bagaimana para akuntan dapat secara aktif terlibat dalam perkembangan TI yang sedang berjalan. Keberadaan XBRL yang dapat digunakan untuk menyiapkan laporan keuangan dalam format yang bisa dioperasikan dalam berbagai aplikasi berarti mengurangi kebutuhan untuk menyiapkan kebutuhan untuk menyiapkan laporan keuangan dalam format yg berbeda. Oleh karenanya akan terjadi penghematan waktu, biaya dan kesalahan data tertentu pada berbagai dokumen. Meskipun  masih banyak pro kontra dikalangan profesi akuntan di AS, namun demikian beberapa perusahaan besar seperti Microsoft, Deutsche Bank, perusahaan The Australia Prudential Regulatory Authority (APRA), dan perusahaan besar lain telah mengadopsi penggunaan XBRL untuk penyusunan pelaporan keuangan perusahaan mereka.
 Sebagian akuntan yang pesimis dengan adopsi teknologi menyatakan bahwa sudah selayaknya akuntan kembali pada panggilan awalnya (back to basic) dengan mengingat pelajaran  yang didapat dari kasus bangkrutnya perusahaan besar Enron. Dokumen elektronik dan real time accounting system ini menyebabkan perubahan peran akuntan publik pada pekerjaan yang terkait dengan proses pelaporan laporan keuangan, termasuk didalamnya adalah pemrakiraan resiko audit dan expasure yang mungkin timbul. Untuk dapat melakukan penugasan dalam lingkungan sistem informasi akuntansi yang sudah online real time, akuntan publik harus dapat terus mengembangkan teknologi audit untuk kepentingan continuous audit techniques.
2.4  Contoh Penerapan XBRL di Nike,Inc.
Nike. Inc. Merupakan salah satu perusahaan sepatu, pakaian dan alat alat olahraga Amerika Serikat. Nike didirikan pada tahun 1964. Pada tahun 1979, Nike telah menguasai setengah pasar di AS. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang terdaftar menggunakan XBRL.  Dibawah ini merupakan filling table XBRL pada perusahaan Nike :

Dibawah ini merupakan contoh  hasil dari penggunaan XBRL pada laporan  document and entity information di perusahaan Nike:


BAB 3
PENUTUP
3.1 Simpulan
XBRL (eXtensible Bussines Reporting Language) adalah suatu standar terbuka berbasis XML yang mendukung pemodelan informasi serta ekspresi makna semantik yang biasanya dibutuhkan oleh pelaporan bisnis. XBRL menggunakan sintaks XML serta teknologi berbasis XML untuk menjeaskan semantiknya.
XBRL muncul karena adanya integrasi antara teknologi informasi dengan kebutuhan bisnis. Saat ini XBRL sudah menjadi format standar dalam penyampaian dan pertukaran informasi keuangan dan bisnis. Setiap data atau elemen didalam laporan keuangan akan memiliki identitas khusus, identitas ini akan membuat data menjadi lebih berguna. Setiap pengguna juga dapat melakukan kostumasi informasi dan mengakses informasi keuangan sesuai dengan format yang mereka inginkan dengan lebih akurat.
            Fungsi yang dimiliki oleh XBRL ini tidak hanya dinikmati oleh perusahaan yang menyajikan laporan keuangan tetapi juga oleh pihak-pihak yang memanfaatkan laporan keuangan. XBRL menciptakan model pelaporan yang lebih baik dibandingkan dengan laporan keuangan yang berbasis kertas dan elektronik dalam format HTML, PDF, DOC, dan XLS. XBRL memfasilitasi terciptanya alur distribusi informasi yang lebih ringkas.
XBRL yang dapat digunakan untuk menyiapkan laporan keuangan dalam format yang bisa dioperasikan dalam berbagai aplikasi berarti mengurangi kebutuhan untuk menyiapkan kebutuhan untuk menyiapkan laporan keuangan dalam format yg berbeda.

3.2 Saran
Sebaiknya dengan melihat banyaknya manfaat yang didapatkan dengan menggunakan XBRL, perusahaan-perusahaan di indonesia mampu mengimplementasikannya, karena selain menghemat waktu dan biaya. XBRL ini juga mampu memberikan hasil pelaporan yang akurat dan mudah dimengerti.
Pengembangan XBRL di Indonesia juga harus ditingkatkan karena pelaporan tersebut dapat digunakan secara internasional sehingga dapat mendatangkan banyak keuntungan lewat investor-investor asing yang mau membuat keputusan investasi di indonesia

REFERENSI

http://id.wikipedia.org/wiki/XBRL

Contoh Soal Riset Operasional Formulasi


Contoh soal

Kerikong merupakan usaha yang memproduksi makanan olahan singkong. Produk yang dijual yaitu keripik singkong rasa keju dan singkong goreng keju. Dengan menjual  1 bungkus plastik keripik singkong, kerikong mendapatkan  keuntungan Rp 2000 dan Rp 1500 untuk  1 dus kecil singkong goreng keju. Dalam usahanya perusahaan juga mengalami kendala, seperti sulitnya mendapatkan bahan baku utama yaitu singkong dan keju, faktor tenaga kerja yang tersedia juga menjadi suatu kendala yang dimiliki perusahaan ini dalam menjalankan produksinya. Dalam satu hari, perusahaan ini dapat memproduksi keripik singkong dimana untuk membuatnya dibutuhkan 10kg singkong dan 5kg keju serta 6 jam tenaga kerja. sedangkan untuk memproduksi singkong goreng keju perusahaan ini  membutuhkan 7kg singkong dan 2kg keju serta 3 jam tenaga kerja. Batas maksimum singkong dan keju yang dimiliki perusahaan ini masing-masing 140kg dan 30kg, sedangkan waktu untuk tenaga kerja yang tersedia adalah 24 jam. Perusahaan menginginkan keripik singkong rasa keju terjual minimal 70 bungkus dalam sehari. Dan bila setidaknya ada 2kg singkong dalam 3 plastik keripik singkong rasa keju, berapakah singkong dan keju yang harus diproduksi dalam per hari untuk mendapatkan keutungan maksimal?

Jawaban:

Produk
Singkong (kg)
Keju (kg)
Tenaga kerja (jam)
Profit/ bungkus (Rp)
Keripik singkong rasa keju
10
5
6
2000
Singkong goreng keju
7
2
3
1500
Batas maksimum
140
30
24

  

·        
     

Fungsi dan Peran Koperasi


Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa fungsi dan peran koperasi sebagai berikut:

  • Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya;
  • Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat
  • Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko-gurunya
  • Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi
A. Fungsi Koperasi / Koprasi

1. Sebagai urat nadi kegiatan perekonomian indonesia
2. Sebagai upaya mendemokrasikan sosial ekonomi indonesia
3. Untuk meningkatkan kesejahteraan warga negara indonesia
4. Memperkokoh perekonomian rakyat indonesia dengan jalan pembinaan koperasi


B. Peran dan Tugas Koperasi / Koprasi

1. Meningkatkan tarah hidup sederhana masyarakat indonesia
2. Mengembangkan demokrasi ekonomi di indonesia
3. Mewujudkan pendapatan masyarakat yang adil dan merata dengan cara menyatukan, membina, dan mengembangkan setiap potensi yang ada.


Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa fungsi dan peran koperasi sebagai berikut:
  • Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
  • Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
  • Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.
  • Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
  • Mengembangkan kreativitas dan membangun jiwa berorganisasi bagi para pelajar bangsa.

INFLASI



Pengertian

Dalam ilmu ekonom, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidak lancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi.
Istilah inflasi  juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.

Penyebab

Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/uang/alat tukar) dan yang kedua adalah desakan(tekanan) produksi dan/atau distribusi (kurangnya produksi (product or service) dan/atau juga termasuk kurangnya distribusi).Untuk sebab pertama lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter (Bank Sentral), sedangkan untuk sebab kedua lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan eksekutor yang dalam hal ini dipegang oleh Pemerintah (Government) seperti fiskal (perpajakan/pungutan/insentif/disinsentif), kebijakan pembangunan infrastruktur, regulasi, dll.

Inflasi tarikan permintaan ( demand pull inflation) terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan dimana biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. Bertambahnya volume alat tukar atau likuiditas yang terkait dengan permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi tersebut. Meningkatnya permintaan terhadap faktor produksi itu kemudian menyebabkan harga faktor produksi meningkat. Jadi, inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment dimanana biasanya lebih disebabkan oleh rangsangan volume likuiditas dipasar yang berlebihan. Membanjirnya likuiditas di pasar juga disebabkan oleh banyak faktor selain yang utama tentunya kemampuan bank sentral dalam mengatur peredaran jumlah uang, kebijakan suku bunga bank sentral, sampai dengan aksi spekulasi yang terjadi di sektor industri keuangan.

Inflasi desakan biaya ( cost push inflation) terjadi akibat adanya kelangkaan produksi dan/atau juga termasuk adanya kelangkaan distribusi, walau permintaan secara umum tidak ada perubahan yang meningkat secara signifikan. Adanya ketidak-lancaran aliran distribusi ini atau berkurangnya produksi yang tersedia dari rata-rata permintaan normal dapat memicu kenaikan harga sesuai dengan berlakunya hukum permintaan-penawaran, atau juga karena terbentuknya posisi nilai keekonomian yang baru terhadap produk tersebut akibat pola atau skala distribusi yang baru. Berkurangnya produksi sendiri bisa terjadi akibat berbagai hal seperti adanya masalah teknis di sumber produksi (pabrik, perkebunan, dll), bencana alam, cuaca, atau kelangkaan bahan baku untuk menghasilkan produksi tsb, aksi spekulasi (penimbunan), dll, sehingga memicu kelangkaan produksi yang terkait tersebut di pasaran. Begitu juga hal yang sama dapat terjadi pada distribusi, dimana dalam hal ini faktor infrastruktur memainkan peranan yang sangat penting.
Meningkatnya biaya produksi dapat disebabkan 2 hal,yaitu
kenaikan harga,misalnya bahan baku dan kenaikan upah/gaji,misalnya kenaikan gaji PNS akan mengakibatkan usaha-usaha swasta menaikkan harga barang-barang.

Penggolongan

               Berdasarkan asalnya, inflasi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu inflasi yang berasal dari dalam negeri dan inflasi yang berasal dari luar negeri. Inflasi berasal dari dalam negeri misalnya terjadi akibat terjadinya defisit anggaran belanja yang dibiayai dengan cara mencetak uang baru dan gagalnya pasar yang berakibat harga bahan makanan menjadi mahal. Sementara itu, inflasi dari luar negeri adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat naiknya harga barang impor. Hal ini bisa terjadi akibat biaya produksi barang di luar negeri tinggi atau adanya kenaikan tarif impor barang.

            Inflasi juga dapat dibagi berdasarkan besarnya cakupan pengaruh terhadap harga. Jika kenaikan harga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau dua barang tertentu, inflasi itu disebut inflasi tertutup (Closed Inflation). Namun, apabila kenaikan harga terjadi pada semua barang secara umum, maka inflasi itu disebut sebagai inflasi terbuka (Open Inflation). Sedangkan apabila serangan inflasi demikian hebatnya sehingga setiap saat harga-harga terus berubah dan meningkat sehingga orang tidak dapat menahan uang lebih lama disebabkan nilai uang terus merosot disebut inflasi yang tidak terkendali.

Berdasarkan keparahannya inflasi juga dapat dibedakan :
1.     Inflasi ringan (kurang dari 10% / tahun)
2.     Inflasi sedang (antara 10% sampai 30% / tahun)
3.     Inflasi berat (antara 30% sampai 100% / tahun)
4.     Hiperinflasi (lebih dari 100% / tahun)
  
          Mengukur inflasi

Inflasi diukur dengan menghitung perubahan tingkat persentase perubahan sebuah indeks harga. Indeks harga tersebut di antaranya:

 §     Indeks harga konsumen (IHK) atau consumer price index (CPI), adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang tertentu yang dibeli oleh konsumen.
 §      Indeks biaya hidup atau cost-of-living index (COLI).
 §      Indeks harga produsen adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang-barang yang dibutuhkan produsen untuk melakukan proses produksi. IHP sering digunakan untuk meramalkan tingkat IHK di masa depan karena perubahan harga bahan baku meningkatkan biaya produksi, yang kemudian akan meningkatkan harga barang-barang konsumsi. 
 §     Indeks harga komoditas adalah indeks yang mengukur harga dari komoditas-komoditas tertentu.  
 §     Indeks harga barang-barang modal
 §    Deflator PDB menunjukkan besarnya perubahan harga dari semua barang baru, barang produksi lokal, barang jadi, dan jasa.


Dampak

Inflasi memiliki dampak positif dan dampak negatif- tergantung parah atau tidaknya inflasi. Apabila inflasi itu ringan, justru mempunyai pengaruh yang positif dalam arti dapat mendorong perekonomian lebih baik, yaitu meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi. Sebaliknya, dalam masa inflasi yang parah, yaitu pada saat terjadi inflasi tak terkendali (hiperinflasi), keadaan perekonomian menjadi kacau dan perekonomian dirasakan lesu. Orang menjadi tidak bersemangat kerja, menabung, atau mengadakan investasi dan produksi karena harga meningkat dengan cepat. Para penerima pendapatan tetap seperti pegawai negeri atau karyawan swasta serta kaum buruh juga akan kewalahan menanggung dan mengimbangi harga sehingga hidup mereka menjadi semakin merosot dan terpuruk dari waktu ke waktu.

         Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangat merugikan. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990. Pada tahun 1990,uang pensiunnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun di tahun 2003 -atau tiga belas tahun kemudian, daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebaliknya, orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkan keuntungan, seperti misalnya pengusaha, tidak dirugikan dengan adanya inflasi. Begitu juga halnya dengan pegawai yang bekerja di perusahaan dengan gaji mengikuti tingkat inflasi.

       Inflasi juga menyebabkan orang enggan untuk menabung karena nilai mata uang semakin menurun. Memang, tabungan menghasilkan bunga, namun jika tingkat inflasi di atas bunga, nilai uang tetap saja menurun. Bila orang enggan menabung, dunia usaha dan investasi akan sulit berkembang. Karena, untuk berkembang dunia usaha membutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabungan masyarakat.
Bagi orang yang meminjam uang dari bank (debitur), inflasi menguntungkan, karena pada saat pembayaran utang kepada kreditur, nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya, kreditur atau pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.

       Bagi produsen, inflasi dapat menguntungkan bila pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi. Bila hal ini terjadi, produsen akan terdorong untuk melipatgandakan produksinya (biasanya terjadi pada pengusaha besar). Namun, bila inflasi menyebabkan naiknya biaya produksi hingga pada akhirnya merugikan produsen, maka produsen enggan untuk meneruskan produksinya. Produsen bisa menghentikan produksinya untuk sementara waktu. Bahkan, bila tidak sanggup mengikuti laju inflasi, usaha produsen tersebut mungkin akan bangkrut (biasanya terjadi pada pengusaha kecil).
        Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.

Manajemen Operasional dan Produksi


       Manajemen operasional dan produksi merupakan studi yang membahas tentang pengambilan keputusan dalam fungsi operasi dan bertanggung jawab untuk memproduksi barang dan jasa dalam organisasi. Manajemen operasional dan produksi juga merupakan usaha-usaha pengelolaan secara optimal penggunaan sumber daya sumber daya seperti tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan sebagainya menjadi berbagai produk atau jasa.

Pengukuran Kinerja dan Strategi Operasional

Pengukuran kinerja operasional dan strategi operasional dalam industri akan dijelaskan pada contoh perusahaan Dunkin Donuts sebagai berikut ini:
Dari segi produk, Dunkin Donuts mencoba terus melakukan penyesuaian rasa sesuai kemauan konsumen, tanpa menghilangkan rasa asli donat Amerika. Dunkin memiliki tekstur donat yang agak berbeda pesaingnya. Donat Dunkin lebih tebal teksturnya dan lebih terasa kenyang di perut. Produk-produk donat yang ada di Dunkin kurang lebih sama dengan produk-produk milik kompetitornya, misalnya seperti donat dengan lapisan biji almond.
Dari segi iklan, Dunkin Donuts sepertinya sudah melalui masa-masa dimana iklan memegang peranan penting. Hal ini karena Dunkin Donuts telah memiliki outlet yang sangat banyak di Indonesia, dan memasukkan nama Dunkin sebagai “pemain lama” yang telah banyak dikenal masyarakat. Masuknya Dunkin Donuts sebagai market leader di industri donat Indonesia telah berlangsung sejak tahun 1985.
Dari segi outlet dan layanan, Dunkin tidak menerapkan konsep mempertontonkan proses pembuatan. Namun sejak Oktober 2006, Dunkin meluncurkan konsep layanan self service. Dengan konsep ini, para pelanggan bisa langsung memilih produk yang diinginkannya. Tidak perlu lagi menunjuk produk dan meminta pelayan untuk mengambilkannya. Konsep tersebut berhasil menghilangkan pembatas antara customer ke produk. Dengan dilepasnya pembatas tersebut, customer bisa punya pengalaman tersendiri.
Untuk mengaplikasikan konsep ini, Dunkin masih dalam tahap transisi. Di dua outlet itu masih disediakan crew untuk membantu. Pada akhirnya, tidak akan ada lagi crew yang membantu pelanggan untuk memilih donat. Rencananya, konsep ini akan berlaku di semua outlet Dunkin yang berjumlah 200-an, dan diperkirakan dapat terwujud dalam kurun waktu 4 tahun.
Konsep self service ini digunakan dengan tujuan meningkatkan penjualan dan menghadapi kompetitor yang semakin gencar. Konsep ini ternyata dapat membuat item-item produk terjual secara merata. Bahkan, untuk beberapa item produk yang tadinya mati bisa hidup kembali. Selain self service, Dunkin juga menyediakan fasilitas hot spot bagi pelanggannya.

Konsep dari Layout dan Flowchart Sebuah Desain Operasional


Pola Layout
 
*A adalah ruang alat pemanasan                                *** C adalah ruang alat pencetakan
** B adalah ruang alat pencampuran                          **** D adalah ruang alat pengemasan

Layout fungsional  adalah pengelompokkan bersama mesi-mesin dan personalia untuk melaksanakan pekerjaan yang serupa atau sejenis. Layout ini menghasilkan penggunaan spesialisasi mesin dan personalia yang paling baik. Fasilitas fungsional tidak terpengaruh oleh kerusakan salah satu mesin, karena bisa dialihkan ke mesin lain yang mempunyai fungsi yang serupa. Dan penundaan jarang akan mengganggu kemajuan pesanan lain. Layout fungsional baik untuk perusahaan yang memproduksi barang dalam volume kecil dengan macam produk yang banyak contohnya adalah perusahaan briket batubara.

Flowchart